Cara Membuat Sinopsis Beserta Contohnya

Apa Itu Sinopsis?

Sinopsis adalah bentuk pemendekan dari sebuah karya tulis, terutama novel. Biasanya sinopsis dianggap sebagai sebuah ringkasan naskah, namun berbeda dengan blurb (ringkasan isi buku di belakang cover), sinopsis justru menggambarkan secara detail isi naskah dari awal sampai akhir. Dalam sinopsis, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, dan dialog dihilangkan.

Fungsi Sinopsis

Sinopsis berfungsi untuk menyajikan karya tulis yang panjang dalam bentuk yang singkat. Biasanya sinopsis diserahkan kepada penerbit sebagai proposal pertimbangan, apakah naskah tersebut menarik dan layak untuk diterbitkan. Karena pihak penerbit tentu tidak mau menghabiskan waktu berlama-lama untuk membaca keseluruhan isi naskah.

Sinopsis juga berfungsi sebagai prolog atau epilog dari suatu naskah. Terkadang sinopsis juga bisa berguna sebagai draft bagi penulis untuk melakukan improvisasi jika dirasa naskah tersebut masih kurang menggigit.

Ciri-Ciri Sinopsis

Sinopsis biasanya memiliki panjang sekitar 3-10 halaman. Alur ceritanya ditulis berurutan sesuai dengan alur cerita aslinya. Bahasa yang digunakan biasanya lebih membujuk calon pembaca untuk tertarik dengan bentuk ajakan yang dikemas secara halus.

Sinopsis tidak bertujuan untuk membuat penasaran calon pembaca. Justru sebaliknya, sinopsis harus menggambarkan kejelasan alur cerita tanpa ada yang ditutupi. Kemasannya adalah menarik, bukan membuat penasaran. Sehingga tidak mungkin sinopsis dibuat dengan memotong sebagian alur dalam cerita. Konflik yang terjadi dalam naskah justru harus digambarkan dengan gambang dalam sinopsis.

Langkah-Langkah Membuat Sinopsis

1. MEMBUAT GARIS BESAR SINOPSIS

  • Penulis harus sudah mengetahui bagaimana akhir cerita. Karena dalam sinopsis harus ada penyelesaian cerita.
  • Membuat daftar karakter utama dalam cerita. Ingat, hanya karakter-karakter penting saja yang disebutkan dalam sinopsis.
  • Mengulas alur utama serta konflik utama dalam naskah.
  • Menemukan keunikan atau kelangkaan dari alur cerita yang menjadi daya tarik naskah.

2. MERANCANG SINOPSIS

  • Mulailah menulis sinopsis. Selalu gunakan sudut pandang orang ketiga.
  • Perkenalkan karakter-karakter utama di awal paragraf, Sebutkan karakter-karakter dalam naskah menggunakan nama tanpa menggunakan kata ganti.
    Ceritakan konflik yang menjadi pembuka alur cerita.
  • Jelaskan konflik utama secara mengalir sesuai kronologi cerita.
  • Munculkan satu per satu setiap karakter dengan memberitahukan hubungan atau kaitannya dengan karakter utama.
    Tunjukkan perkembangan setiap karakter beserta watak dan emosinya di setiap alur cerita.
  • Akhiri sinopsis dengan menuliskan penyelesaian konflik dari cerita. Jangan pernah menuliskan sinopsis tanpa menyampaikan akhir cerita. Ingat, tujuan sinopsis bukan untuk membuat penasaran.

3. MENYUNTING SINOPSIS

  • Susun sinopsis sesuai format yang ditentukan penerbit jika diminta. Setiap penerbit biasanya memiliki format standar masing-masing. Jika tidak ada format khusus, selalu buat sinopsis dengan line spacing 1,5 pt.
  • Bacalah keseluruhan sinopsis dengan sudut pandang pembaca (bukan sudut pandang sendiri sebagai penulis).
  • Teliti kembali setiap detail kata yang mungkin terjadi kesalahan ketik.
  • Mintalah seseorang untuk membaca sinopsis yang sudah diselesaikan untuk menemukan sudut pandang lain atau bahkan menemukan kekurangan dalam penulisannya.
  • Lebih baik jika menggunakan jasa penyunting profesional untuk menghindari kesalahan ketik, juga memperbaiki setiap gaya tulis yang mungkin masih kurang sempurna di mata penerbit.

CONTOH SINOPSIS

Berikut ini Malkas Media memberikan contoh sinopsis yang bisa menjadi referensi kamu dalam menulis sinopsis. Sinopsis ini bisa didownload langsung di sini:

Contoh Sinopsis: Laskar Pelangi
Contoh Sinopsis: 5 cm

Ada satu lagi kabar baik bagi kamu yang berniat untuk menerbitkan naskahnya sekarang juga. Saat ini Penerbit Malkas Media menerima naskah apa saja untuk langsung di terbitkan “TANPA PENOLAKAN”. Semua naskah langsung terbit tanpa penolakan. Baca selengkapnya caranya disini: Naskah Langsung Terbit Tanpa Penolakan

 

Iklan

Tips Menulis Novel Yang Benar Menurut Penulis Profesional

Ingin menjadi penulis profesional? Ingin tulisan kamu booming di pasaran? Mulai sekarang lakukanlah kegiatan menulis selayaknya penulis profesional.

Ya! Belajarlah untuk menjadi penulis profesional, bukan penulis asal-asalan.

Tentu ada teknik-teknik rahasia dalam menulis novel atau menulis sebuah alur cerita. Tidak bisa asal tulis, asal jadi, asal “jebred”. Bukan cuma punya ide cerita bagus, lalu tanpa ilmu langsung main tulis saja, tetapi kalau kamu memang ingin menciptakan novel yang melegenda sebaiknya ikuti tips-tips yang disajikan Malkas Media di bawah ini.

1. Awali Dengan Sebuah Konflik.

Bab pertama, terutama paragraf-paragraf awal adalah bagian paling krusial dalam sebuah novel. Bagian inilah yang akan menentukan lanjut atau tidaknya para pembaca menikmati tulisan kamu. Ingat, jangan pernah lagi membuka alur cerita dengan basa-basi pengenalan tokoh. Mulai sekarang, suguhkan saja para pembaca dengan konflik di bab pertama yang langsung memunculkan emosi. Bahkan kalau perlu hadirkan konflik itu di paragraf pertama.

Contoh:

Kerah bajuku ditarik dengan kasar oleh wanita yang kini berhadapan denganku.

“Ayo, lekas pergi dari sini! Kita tidak punya waktu lebih lama, atau semuanya berakhir!” teriak wanita itu persis di depan mukaku.

Perhatikan, apakah kamu ikut merasakan emosi ketergesaan yang dilukiskan oleh kalimat di atas? Apakah kamu penasaran dengan apa yang sedang terjadi?

Pertanyaannya sekarang, bagaimana kalau kalimat di atas kita tempatkan di paragraf pertama saat pembaca membuka halaman awal bukunya?

Ya, tentu saja ia akan melanjutkan terus bacaan itu. Begitulah, pembaca selalu suka dengan konflik, terutama yang membuat penasaran.

Tips untuk membuat konflik, cobalah pikirkan kejadian apa yang menyita fokus semua orang di tempat umum dengan seketika. Bisa jadi perkelahian, kecelakaan, kebakaran, dan lain-lain.

2. Kembangkan Karakter Tokoh Utama Dalam Novel.

Bukan hanya menjelaskan siapa tokoh utama tersebut, melainkan mengembangkan karakter. Sekali lagi, ingat: mengembangkan karakter. Artinya, saat kamu menulis novel kamu tidak hanya memvisualisasikan karakter dengan mendesripsikan penampilan, tingkah laku, atau bentuk fisiknya saja. Kamu justru harus bisa membuat para pembaca menjadi dekat dengan karakter ciptaanmu itu. Buat para pembaca merasa bahwa tokoh itu benar-benar nyata ada di hadapan mereka.

Bagaimana caranya?

Kami bongkar rahasianya: Biarkan pembaca mengenal tokoh utama tersebut melalui adegan saat sedang mengambil keputusan, terutama saat dihadapkan pada sebuah konflik dan harus menentukan sikap.

Contoh:

“Maaf, tapi… Sepertinya kita selesai sampai di sini, Riyan,” ucap Starla lirih.

“Terserah apa katamu, tapi yang pasti aku akan tetap mendatangi orangtuamu malam ini. Sesuai dengan janji yang sudah terlanjur aku ucapkan,” balasku sambil menatap dalam-dalam matanya.

“Tapi… Ayah tidak akan membiarkan aku untuk…”

Belum sempat Starla menyelesaikan kalimatnya, segera kuperjelas keputusanku.

“Biarkan aku berbicara dengan ayahmu lima belas menit saja, dan aku yakin aku mampu membujuknya untuk mengubah keputusannya. Aku tunggu senyumanmu nanti malam. Jangan bersedih. Aku akan menepati janjiku untuk melamarmu.”

Menurutmu, bagaimana karakter sang pria yang menjadi tokoh utama dalam cerita singkat di atas? Tanpa perlu dideskripsikan atau digambarkan dalam sebuah narasi, kamu pasti sudah bisa merasakan keteguhan dan kepercayaan diri sosok pria di atas. Hanya melalui cerita saat bagaimana ia menghadapi konflik dan mengambil keputusan.

3. Tentukan Sudut Pandang Kamu Sebagai Seorang Penulis.

Ada beberapa sudut pandang yang bisa dipakai dalam menulis novel. Umumnya novel ditulis dengan dua sudut pandang ini. Pertama, sudut pandang orang pertama (dimana penulis menggunakan kata aku dan memerankan tokoh utama). Kedua, menggunakan sudut pandang orang ketiga (dimana penulis menjadi seorang narator yang serba tahu).

Apa kelebihan dan kekurangan masing-masing sudut pandang di atas?

Sepertinya akan terlalu panjang jika ditulis di sini sekarang. Mungkin kami akan membuat artikel khusus yang membahas hal itu secara terpisah. Pastikan saja kamu selalu update artikel kami dengan rutin mengunjungi situs Malkas Media ini. Tombol “subscribe” akan memudahkan kamu untuk menerima pemberitahuan artikel terbaru dari kami. Kamu juga bisa membaca berbagai macam tips kepenulisan yang telah terbukti khasiatnya selama ini di sini: Tips penulisan.

Jadi, tunggu apalagi. Segera lanjutkan tulisan novelmu dan gunakan tips-tips di atas sekarang juga. Jangan ditunda! Itulah kebiasaan buruknya kenapa sampai sekarang novel kamu belum juga terbit. Para penulis sering kali menunda-nunda. Hentikan itu sekarang juga!

Segera buka naskah kamu sekarang. Lalu praktek untuk menulis novel.

Tapi… Jika sekarang kamu sudah memiliki naskah yang siap terbit maka kamu beruntung. Karena kamu mendapatkan kesempatan langka untuk untuk hal ini.

Kamu memang beruntung membaca artikel ini. Kebetulan sekali, saat ini Malkas Media sedang membuka layanan “Naskah Langsung Terbit Tanpa Penolakan!”

Penasaran? Caranya silakan lihat di sini: Kirim Naskah Langsung Terbit Tanpa Ditolak

Tips Penulisan : Cara Membuat Judul Tulisan Yang Menarik

Sadarkah kamu? Bagian cerita yang pertama kali dibaca oleh para pembaca adalah JUDUL.

Terkadang bagi penulis pemula, jarang sekali memperhatikan judul, malah tak sedikit juga yang menganggap remeh hal ini. Mereka cenderung memilih judul tulisan yang “pas buat dirinya pribadi” alasannya biasanya karena pengalaman pribadi, atau hal semacamnya. Padahal judul adalah salah satu unsur utama bagaimana sebuah tulisan bisa banyak diminati pembaca. Apalagi untuk sebuah buku, yang pertama kali dilihat adalah judul yang tertera di cover buku tersebut.

Mulai saat ini, jangan pernah meremehkan judul. Jangan asal dan sembarangan memberikan judul untuk tulisan kamu, entah itu novel, cerpen, puisi, buku motivasi, ataupun tulisan di blog pribadi.

Catat baik-baik hal ini!

“Fokus utama seorang penulis adalah kepuasan pembaca.”
Kecuali kamu hanya menulis di buku harian, ya tidak usah mempedulikan pembacanya.

Tapi, Hey! Ini kita sedang berbicara tentang menulis buku, yang nantinya akan ada ribuan bahkan mungkin ratusan ribu calon pembaca di luar sana. Masih berpikir egois kalau menulis hanya untuk kepuasan pribadi?

Kembali pada fokus bahasan kita kali ini, bagaimana caranya membuat judul tulisan yang menarik?

1. Temukan judul yang unik

Artinya, carilah kombanasi kata yang jarang dan sangat berbeda, kalau perlu judul yang aneh atau nyeleneh. Contoh, kita semua pasti sering mendengar kata “Rindu Setengah Mati”, ini adalah kombinasi kata yang sudah lazim terdengar atau dibaca oleh orang-orang. Bagaimana kalau ini : “Rindu Setengah Hidup”, atau “Rindu Setelah Mati”, atau “Rindu Setengah Hati”, mana yang lebih unik menurut kamu?

Tentu kombinasi kata yang JARANG ditemukan.

Untuk mendapatkan judul tulisan yang menarik dan unik ini, kamu pun dapat berfokus untuk menggunakan kombinasi kata yang mengandung unsur “kontradiktif”.

Semakin sering kamu mengkombinasikan kata-kata tidak lazim, semakin mudah bagi kamu menemukan judul tulisan yang unik. Biasakan merangkai kata-kata yang tidak lazim setiap hari.

Tahukah kamu, bagaimana melejitnya pemasaran buku berjudul “Bukan Untuk Dibaca” karya Deassy M. Destiani? Silakan pikirkan sendiri kenapa buku itu begitu melejit gara-gara judul tulisan yang terpampang di cover buku itu.

2. Tentukan jumlah kata untuk judul tulisanmu.

Sebelum kamu memikirkan judul tulisan yang menarik, sebaiknya kamu tentukan dulu berapa banyak kata yang akan kamu jadikan judul tulisan itu. Nantinya, hal ini pun akan menjadi ciri khas untuk setiap tulisan kamu. Contohnya, seperti penulis papan atas, Bung Tere Liye, dengan novel-novel best sellernya dimana beberapa judul novelnya hanya menggunakan 1 kata seperti ; “HUJAN”, “RINDU”, “BUMI”.

Ada juga penulis yang selalu menggunakan kata “CINTA” di setiap judul bukunya, seperti Om Habiburrahman El Shirazy. Beliau pun selalu menggunakan kata-kata Islami yang disandingkan dengan kata “CINTA” seperti buku-bukunya yang berjudul; “Ketika Cinta Berbuah Surga”, “Ketika Cinta Bertasbih”, “Dalam Mihrab Cinta”, “Bumi Cinta”, dan tentunya novel yang paling fenomenal “Ayat-Ayat Cinta”.

Banyaknya kata dalam menentukan judul tulisan akan mempengaruhi minat calon pembaca. Dari judul tulisan tersebut calon pembaca mungkin bisa menebak kira-kira bagaimana gaya bahasa dari isi tulisan kamu.

Untuk buku-buku nonfiksi khususnya buku motivasi, ada beberapa trik khusus untuk membuat judul buku kamu menjadi sangat menarik. Kita akan bahas pada postingan berikutnya. Silakan Subscribe blog ini, dan dapatkan semua tips ampuh dari Malkas Media.

Sebentar…

Bagi kamu yang sudah memiliki naskah yang siap diterbitkan, kenapa masih jadi koleksi pribadi? Kirimkan naskah kamu disini, untuk langsung diterbitkan TANPA PENOLAKAN.

Selamat berkarya,


 

Hubungi Kami

Telepon (tidak menerima SMS) : 0822 1419 7989
Whatsapp : 0822 1419 7989
Line : 0822 1419 7989
Email : malkas.media@gmail.com

Penerbit Indie : Naskah langsung terbit tanpa penolakan!

SELAMAT DATANG DI MALKAS MEDIA

Kelebihan utama menerbitkan buku melalui penerbit indie yaitu naskah pasti akan langsung terbit tanpa penolakan, tanpa menunggu persetujuan. Dengan penerbit indie, mau apapun genre dan tema naskahnya, naskah akan langsung terbit menjadi sebuah buku. Ide dan gagasan kamu akan benar-benar menjadi sebuah buku yang diterbitkan dan dicetak.

 

Karena ini penerbit indie, jadi penulis harus mengeluarkan modal untuk proses terbit, seperti editing, layouting, desain cover, sampai biaya cetak. Tapi jangan khawatir, kini para penerbit indie murah sudah menyediakan layanan yang bisa disesuaikan dengan modal yang kita miliki.

Bagi kamu yang ingin menerbitkan buku dengan cepat dan mudah, Malkas Media memberikan pelayanan dengan biaya paket penerbit indie murah yang pernah ada. Pilih salah satu paket penerbitan murah di bawah ini dan hubungi Customer Service kami.

 


 

 


 

PAKET BASIC

  • Mendapat 8 eksemplar buku (bukti terbit).
  • Penyuntingan naskah (editing) standar.
  • Penataan letak (layouting) standar.
  • Pembuatan cover.
  • Tidak mendapatkan ISBN.

PAKET REGULER

  • Mendapat 10 eksemplar buku (bukti terbit).
  • Penyuntingan naskah (full editing).
  • Penataan letak (layouting pro).
  • Pembuatan cover profesional.
  • Pengurusan ISBN dan Barcode.

PAKET PRO

  • Mendapat 50 eksemplar buku (bukti terbit).
  • Penyuntingan naskah (full editing).
  • Penataan letak (layouting pro).
  • Pembuatan cover profesional (revisi sepuasnya)
  • Pengurusan ISBN dan Barcode.

Spesifikasi Buku Hasil Cetak :

  • Kertas isi bookpaper premium/HVS 70 gram.
  • Cetak isi hitam putih.
  • Kertas cover art paper 260 gms.
  • Warna cover full colour.
  • Laminasi doff/glossy.
  • Ukuran standar 13 x 19cm / 14 x 20 cm / 14 x 21 cm (untuk ukuran lain bisa request).

Untuk cetakan selanjutnya atau pembelian bukunya sendiri, penulis hanya cukup membayar biaya cetak saja tanpa tambahan biaya apapun lagi.


 

KENAPA HARUS PENERBIT INDIE?

Ada banyak keuntungan…

  • Pertama, eksistensi kamu sebagai penulis akan segera diakui, karena tidak ada yang namanya penolakan. Kamu berhak menerbitkan karyamu, bagaimanapun bentuknya. Kebanggaan akan langsung kamu rasakan.
  • Kedua, kamu bisa memilih desain cover sesuka hati, kamu juga bisa memilih bentuk buku sesuai keinginan, tampilan layout sesuai keinginan kamu. Semuanya bisa direquest secara khusus kepada tim profesional kami.
  • Ketiga, kamu tidak akan menunggu berbulan-bulan untuk sekadar mendengar kabar naskah kamu diterima atau ditolak. Proses penerbitan indie hanya memakan waktu paling lama 1 bulan saja. Hal ini jauh berbeda jika kamu mengirim naskah ke penerbit mayor. Bukan hanya menunggu seleksi, kamu pun hanya akan merasa “digantung” menunggu selama 6 bulan hingga 1 tahunan untuk sebuah kabar diterima atau ditolak.

 

CARANYA BAGAIMANA?

  • Siapkan naskah yang sudah siap terbit (sudah fix, tanpa ada revisi lagi).
  • Hubungi Customer Service kami di kolom kontak yang ada di bawah halaman ini.
  • Kirim naskah kamu ke email Malkas Media, dan ikuti petunjuknya di sini.
  • Akan ada balasan email dari Online Advisor kami berupa invoice terkait proses penerbitan indie yang akan dilakukan oleh tim penerbit kami.

NB : Panjang naskah maksimal untuk paket di atas adalah 150 hlm A4 dengan hitungan format yang telah disesuaikan (font Times New Roman, Line spacing 1.5, Margin normal). Untuk panjang naskah lebih dari 150 halaman, silakan tanya langsung.

Malu bertanya sesat di jalan. Langsung klik saja kontak kami di bawah ini kalau ada yang mau ditanyakan.

Salam Kreatif,


 

HUBUNGI KAMI :
0822-1419-7989 | malkas.media@gmail.com
(langsung klik)

Cara Membuat Layout Buku Menarik

Pekerjaan layouting buku tidaklah semudah yang dibayangkan. Kebanyakan para penulis self-publishing merasa masa bodoh dengan hal ini. Yang mereka tahu hanya sebatas menulis, naskah selesai, editing, lalu dicetak.

Padahal sebelum naskah bisa dicetak dari bentuk format file Ms Word agar menjadi file siap cetak, tentu harus melalui proses layouting.

Layouting adalah proses penataan letak dari naskah yang sudah selesai menjadi naskah siap cetak. Umumnya file hasil layouting berupa PDF.

 

layout1

 

layout2

 

Lalu bagaimana cara melayout sebuah buku?

Yang Anda perlukan adalah software khusus untuk melayout buku, para penerbit umumnya menggunakan Adobe Indesign untuk melakukan proses layouting. Karena memang software inilah yang khusus memiliki semua fasilitas lengkap dalam proses layouting.

 

Indesign 1

 

Indesign 2

 

Bagaimana dengan Ms Word? Apakah melayout buku bisa menggunakan Ms Word?

Jangan mengambil resiko!

Memang bisa saja, naskah yang sudah selesai dan siap terbit dilayout menggunakan Ms Word, namun tentu saja sangat terlihat hasilnya berantakan. Dari namanya saja sudah mewakili : Microsoft Word, artinya program itu memang khusus untuk WORD, penulisan, bukan penataan letak tulisan.

Sekali lagi, jangan ambil resiko!

Jika Anda mendapat kesulitan dalam proses melayout buku, silakan baca disini untuk menemukan solusinya.


 

Hubungi Kami

Telp/Sms : 0822 1419 7989
Whatsapp : 0813 2207 4765
BBM : 5EA4A1EE
Email : malkas.media@gmail.com

 

Rahasia Mendapatkan Inspirasi Untuk Menulis Novel

Tak sedikit para penulis fiksi yang kebingungan ketika mencari inspirasi untuk memulai ceritanya. Sebenarnya inspirasi tidak akan pernah datang. Kita sendirilah yang harus memunculkannya.

Perhatikan ini :

“Sediakanlah waktu kurang lebih satu jam untuk menulis ringkasan cerita dalam satu kalimat saja!”

Ingat, satu kalimat saja!

Apa pun kalimat yang muncul di kepala Anda, tuliskan segera. Cari terus hingga Anda menemukan satu kalimat terbaik yang mewakili seluruh isi naskah novel yang akan Anda garap.

Sebagai contoh, kalimat yang seketika muncul di kepala Anda untuk mewakili seluruh isi novel Anda adalah :

“Terkadang melepaskan adalah cara terbaik untuk mencintai.”

Pada nantinya, Anda akan mulai merunut alur cerita dan tokoh utama berdasarkan kalimat di atas. Seperti, tokoh utama akan memiliki karakter yang bijak, sabar, dan mungkin penuh pengorbanan. Lalu konflik utama dalam cerita tersebut kemungkinan akan berupa lika-liku perjuangan yang berujung dengan tidak sesuai ekspektasi si tokoh utama. Ending ceritanya, si tokoh utama bisa gagal dan terpuruk (sad ending) atau justru ia mendapat pengganti dari apa yang ia tuju sebelumnya (happy ending).

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat membuat ringkasan satu kalimat adalah:

  1. Lebih pendek akan lebih baik. Cobalah untuk membuat kalimat kurang dari 15 kata.
  2. Jangan mencantumkan nama. Lebih baik menuliskan kalimat “seorang pemuda yatim piatu” daripada “Aldi yatim piatu”.
  3. Kombinasikan konflik utama cerita dan tokoh utama dalam satu kalimat ringkasan tersebut. Tuliskan bagaimana dia menghadapinya.
  4. Perbanyaklah membaca sinopsis pada sampul belakang sebuah novel. Atau quote (kutipan) pendek penuh makna yang berceceran di internet maupun isi buku.
  5. Tidak ada teori khusus untuk membuat ringkasan satu kalimat, ini hanya perlu mengandalkan kreativitas dan spontanitas.

Manfaat lain dari metode ini adalah, satu kalimat ringkasan mampu menjadi ujung tombak pemasaran novel Anda untuk dijadikan kalimat marketing nantinya. Ini juga disebut sebagai metode Snow Flake. Satu kalimat inilah yang juga mampu menjadi alat untuk menarik perhatian editor penerbitan.

Jika Anda sudah memiliki naskah yang siap diterbitkan, silakan kirimkan segera naskah Anda ke Malkas Media dengan ketentuan yang bisa Anda baca disini.


 

Hubungi Kami

Telp/Sms : 0822 1419 7989
Whatsapp : 0813 2207 4765
BBM : 5EA4A1EE
Email : malkas.media@gmail.com

Rahasia Di Balik Terlahirnya Novel Fenomenal, Ayat-Ayat Cinta

Luangkan waktu Anda sejenak untuk membaca kisah dibalik terlahirnya novel populer ini, Ayat-Ayat Cinta.

Siapa yang tak mengenal film layar lebar berjudul Ayat-Ayat Cinta yang diangkat dari sebuah novel karya Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2004. Pria yang akrab disapa Kang Abik ini menceritakan awal mula lahirnya novel fenomenal itu.

Novel Ayat-Ayat Cinta sebetulnya berawal dari cerita pendek yang belum terselesaikan. Sebuah Cerpen yang berjudul “Suatu Hari di Musim Panas” ditulisnya saat ia baru pulang dari Kairo, Mesir, tahun 2002. Dan ini hanya bermula dari dua halaman saja!

Bulan Mei 2003, beliau mengalami kecelakaan sepeda motor saat hendak berangkat ke Yogyakarta dan mengalami patah tulang kaki. Hingga beliau dirawat di rumah sakit selama 9 hari. Dokter tidak diperbolehkan ke mana-mana selama 10 bulan agar kakinya tidak menapak.

Saat itu beliau merasa putus asa karena membayangkan dirinya tidak mampu berbuat apa-apa lagi. Beliau kemudian mencoba melawan perasaan itu dengan berniat menulis sebuah cerpen untuk nantinya dikirim ke media massa. Akhirnya ia teringat cerpennya yang belum selesai itu yang berjudul, Suatu Hari di Musim Panas. Dan saat itu beliau mampu melanjutkan cerpennya hingga 23 halaman!

Dari situlah awal mula beliau menekadkan dirinya agar tulisan 23 halaman itu kelak menjadi sebuah novel.
Beliau kemudian membuat alur cerita dan keesokan harinya beliau menggarap rencana naskahnya.
Alhasil, novel itu selesai selama 1 bulan. Novel fenomenal yang kini kita semua ketahui telah ketahui menjadi salah satu film layar lebar yang fenomenal juga dengan judul Ayat-Ayat Cinta.
Salah satu inspirasi dari novel itu adalah penggalan ayat Alquran Surat Az Zukhruf : 67,

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”

Berawal dari sebuah kecelakaan, justru membawa nama beliau melambung bersamaan dengan novel Ayat-Ayat Cinta. Kesuksesan dalam dunia kepenulisan memang tidak pernah terbayangkan jalan ceritanya. Sama halnya seperti kita membaca setiap alur cerita dalam sebuah novel.

Kesuksesan akan menghinggapi kita kapan saja. Bersiaplah!

Tunggu apalagi, jika Anda ingin mengikuti langkah para penulis besar, lakukan sekarang juga. Publikasikan karya Anda, jangan banyak alasan!

Bagaimana caranya?

Kami menjadi solusi cerdas bagi para penulis Indonesia, silakan kirim naskah Anda dengan mengikuti ketentuan yang tertera di sini :
Kirim Naskah


Hubungi Kami

Telp/Sms : 0822 1419 7989
Whatsapp : 0813 2207 4765
BBM : 5EA4A1EE
Email : malkas.media@gmail.com

 

Tips Penulisan : Tahap Profesional Menyelesaikan Sebuah Naskah

Seorang penulis akan merasa dirinya benar-benar menjadi penulis ketika karyanya telah terpublikasikan dan diketahui banyak orang. Akan sangat menggembirakan ketika melihat nama kita terpajang di cover buku. Memang sebuah kebanggaan tersendiri.

Pertanyaannya, apakah menjadi penulis yang terkenal itu hanya sebuah keinginan, atau angan-angan, atau memang benar-benar impian yang ingin Anda wujudkan menjadi kenyataan?

Jika Anda sungguh-sungguh, Anda pasti akan banyak mencari cara untuk mewujudkan mimpi Anda menjadi seorang penulis ternama seperti di atas. Anda akan banyak mempelajari tips dan trik seputar dunia kepenulisan. Anda juga pasti mencari tahu bagaimana proses sebuah buku dapat tercipta.
Dari mulai menyiapkan naskah, proses pra terbit (editing, layouting, pembuatan desain cover buku), kemudian mencetak buku, dan terakhir tentunya distribusi atau pemasaran buku.

Tulisan ini akan membahas beberapa tahap yang harus dilakukan para penulis untuk menyelesaikan sebuah naskah. Sesorang penulis dituntut untuk memiliki sistem kepenulisan secara terstruktur, bukan acak-acakan. Ingat, Anda disini ingin menjadi PENULIS BESAR, PENULIS POPULER!!

Apa saja tahap-tahap menyelesaikan sebuah naskah?

 

1. Prewriting

Tahap ini adalah tahap sebelum mulai menulis. Di sini adalah fase di mana seorang penulis mengumpulkan ide yang akan dituangkan ke dalam sebuah buku.
Dari mana ide itu didapatkan?
Jawabannya satu kata, MEMBACA!

Bacalah tulisan apa pun. Dari mulai buku, koran, majalah, iklan, sampai status di sosial media. Dari mulai tulisan terbaik, tulisan inspiratif, tulisan menarik, tulisan menyentuh emosi, sampai tulisan sampah sekalipun. Hanya dengan membaca, Anda bisa menjadi seorang penulis. Catat baik-baik kalimat tersebut!

2. Drafting

Tahap kedua ini adalah tahap untuk mulai menuangkan sebuah ide menjadi tulisan di lembar kerja tulisan Anda. Di dalam tahap ini ada beberapa proses yang dilakukan, yaitu :

  • Membuat kerangkan penulisan (outline)
  • Mengembangkan ide dari outline
  • Menciptakan alur tulisan
  • Mulai menulis bebas

Setelah sampai pada tahap menulis bebas, Anda sebagai seorang penulis berarti sudah siap menulis isi dari sebuah buku yang siap Anda publikasikan. Ingat, di sini adalah fase menulis bebas. Anda bebas menuangkan tulisan Anda dengan bertumpu pada ide dan outline yang telah diracik dalam fase-fase sebelumnya. Jangan khawatirkan kesalahan Anda dalam menulis. Jangan dulu khawatirkan soal gaya penulisan Anda yang tidak menarik. Menulislah dengan bebas. Bebas tanpa hambatan.

3. Revising

Tahap selanjutnya dalam menulis buku adalah revising atau perbaikan naskah. Dalam tahap inilah seorang penulis baru dibolehkan untuk mencari letak kesalahan dan kekurangan tulisannya. Itulah kenapa di tahap sebelumnya Anda dituntut untuk menyelesaikan dulu tulisan Anda dengan bebas.
Di tahap revising ini Anda sebagai penulis dapat mengubah beberapa bagian dari tulisan Anda, menambah isi tulisan, atau menghapus beberapa bagian tulisan.

Tahap revising adalah tahap yang sangat menentukan hasil akhir dari sebuah tulisan. Jadi Anda sebagai penulis harus rela mengorbankan waktu, energi, dan pikirannya lebih banyak dari tahap-tahap sebelumnya.

4. Editing

Setelah naskah selesai direvisi, maka barulah Anda sebagai seorang penulis melakukan tahap selanjutnya, yaitu editing. Editing yang dimaksud di sini adalah editing secara kasar sebelum nantinya naskah Anda mengalami editing oleh Editor dari penerbit.
Apa yang dilakukan dalam tahap editing ini?
Penulis harus memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca dan huruf kapital, kesalahan kosakata, dan berbagai kesalahan tata bahasa lainnya. Di sinilah penulis dituntut untuk memiki pengetahuan seputar EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) serta memiliki kosakata lazim yang sesuai dengan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
Kami sebagai penerbit sangat merasa miris sekali ketika ada seorang penulis dengan bangganya mengirimkan naskahnya yang sangat berantakan dalam tanda baca maupun kosakata. Penggunaan titik, koma, titik dua, tanda petik, dsb. yang tidak sesuai. Penggunaan huruf kapital yang merusak mata. Termasuk penggunaan spasi yang tidak sesuai aturan.

Memang nantinya naskah Anda akan mengalami proses editing oleh editor dari penerbit. Tapi, dari situ sudah terlihat bahwa Anda sebagai penulis tidak peduli dengan naskah Anda. Bagaimana mungkin nantinya Anda bisa peduli dengan buku Anda setelah nantinya terbit dan dipublikasikan ke khalayak umum?
Pikirkan itu baik-baik.

5. Publishing

Di tahap ini, Anda seorang penulis sudah bisa mengucap syukur karena akhirnya naskah Anda selesai dan siap menjadi sebuah buku! Naskah Anda siap dikirim ke penerbit. Silakan cari penerbit yang kira-kira sudi untuk menerima serta menerbitkan naskah Anda. Di sini pun memerlukan perjuangan dengan kesabaran yang amat sangat menguras emosi.

Penolakan dari penerbit PASTI selalu dialami oleh para penulis yang mencoba mengirimkan naskahnya ke penerbit mana pun, TANPA KECUALI. Tidak ada penulis hebat yang belum pernah mengalami penolakan oleh penerbit, sekalipun naskahnya adalah naskah terbaik sepanjang sejarah.

Jika naskah Anda diterima oleh penerbit, maka naskah tersebut akan diproses. Kemudian mengalami proses pra terbit di penerbit yang menerima naskah tersebut. Sampai akhirnya naskah Anda siap cetak dan masuk ke percetakan buku.

Dalam waktu Anda menunggu buku Anda diangkat dari penggorengan (baca : percetakan), Anda sebagai penulis harus sudah siap memasarkan buku Anda. Beritahukan semua teman, keluarga, relasi, juga orang asing sekalipun untuk membeli buku Anda ketika sudah terbit.
Manfaatkan semua sosial media, blog, atau website yang Anda miliki. Hingga akhirnya buku Anda terlahir, buku itu kini sudah siap diborong peminatnya.

Namun kabar buruknya, di tahap kelima ini, tidak semua penulis mempunyai nasib mujur. kebanyakan naskah dari penulis hanya berakhir di tumpukan berkas naskah yang masuk di penerbitan. Malah ada yang sampai tidak tersentuh atau tidak terbaca sedikit pun oleh pihak penerbit.

Bagaimana jika ini terjadi pada naskah Anda? Naskah yang sudah dengan susah payah Anda tulis dengan berbagai macam pengorbanan, ternyata hanya membuat penuh salah satu folder di komputer Anda. Tanpa bisa dipublikasikan dan dikenal banyak orang.

Apakah Anda pernah mengalami hal ini? Atau mungkin sering?

Jangan khawatir, untuk inilah Malkas Media hadir. Menjadi solusi cerdas bagi para penulis yang memiliki impian besar untuk menerbitkan bukunya.

Kabar baiknya, naskah Anda akan kami. Sekali lagi 100% TANPA PENOLAKAN!
Bagaimana caranya? Silakan ikuti prosedurnya di sini : Kirim Naskah
Kini, tidak ada lagi alasan untuk naskah Anda tidak bisa terbit.
Sambutlah impian Anda menjadi penulis terkenal bersama Malkas Media.


Hubungi Kami

Telp/Sms : 0822 1419 7989
Whatsapp : 0813 2207 4765
BBM : 5EA4A1EE
Email : malkas.media@gmail.com

 

 

Cara Membuat Cover Buku Yang Menarik

Usaha menerbitkan buku sendiri atau self-publishing telah banyak dikenal, baik para penulis pemula maupun penulis senior. Meskipun ada juga para penulis yang menguasai keahlian proses pra-terbit, akan tetapi, kebanyakan dari mereka tidak memiliki keahlian seperti editing, layouting, atau desain cover.

Misalkan, contoh..

Seorang penulis sudah memiliki naskah yang sangat bagus dan pasti laku dipasaran, dia berniat untuk menerbitkan bukunya secara self publishing (karena keuntungannya jauh lebih besar daripada harus bekerjasama dengan penerbit konvensional yang sebenarnya royalti yang didapat teramat kecil karena keuntungan terbesarnya diambil para penerbit konvensional).

Nah, penulis di sini sudah memiliki konsep yang jelas untuk desain cover juga tata letak (layout). Selanjutnya, siapkan rancangan layout dan desain covernya, sekarang! Jika Anda ingin mencoba mendesain sendiri buku Anda, itu lebih bagus lagi. Karena akan mengurangi pengeluaran Anda sebagai pelaku self publishing. Bagaimana caranya?

Kita coba mulai dengan menyiapkan sebuah desain cover buku.
Apa saja yang diperlukan?

Pertama,

Siapkan konsep gambar yang akan dijadikan cover. Disini Anda membutuhkan keahlian menggunakan software yang biasa dipakai untuk desain dan fotograpi, seperti corelDraw atau Photoshop.

Kedua,

Tentukan font judul yang cocok untuk karakter buku Anda. Minat calon pembaca atau pembeli buku Anda mungkin akan hilang jika pemilihan font untuk judul buku kurang tepat. Ini mungkin bisa disesuaikan dengan isi buku Anda. Bercerita tentang apa, atau membahas tentang apa, mana font yang cocok? Jangan lupa juga ukurannya yang perlu disesuaikan, jangan terlalu kecil ataupun terlalu besar.

Ketiga,

Siapkan tagline atau subjudul buku Anda. Jangan sepelekan hal ini! Judul buku Anda mungkin bisa menarik atau tidak menarik, tapi subjudul akan merubah penilaian calon pembeli atau calon pembaca. Misalnya sebuah buku yang berjudul “TERSESAT” dengan subjudul : “Kisah seorang mu’alaf yang menemukan jalan kebenaran menuju cahaya”. Bisa dipahami maksudnya?

Keempat,

Siapkan sinopsis yang menarik. Sinopsis adalah ringkasan isi buku yang tertera di cover belakang buku. Jangan salah, sinopsis justru menjadi penentu, apakah buku Anda akan dibeli, dibaca, atau dicampakkan calon pembaca. Setelah mereka mengecek cover, judul, dan subjudul, maka terakhir yang menentukan keputusan adalah isi dari sinopsis di belakang cover buku.

NAMUN ADA SATU KENDALA,
Sayangnya, para pelaku self publishing tidak bisa merealisasikan pekerjaannya karena ia tidak memiliki keahlian di bidang tersebut. Untuk itu, mereka menyerahkan proses tersebut kepada ahlinya. Di sinilah peran para pelaku publisher service. Menyukseskan tujuan para pelaku self publishing untuk menciptakan karyanya sesuai yang ia sudah gambarkan di kepalanya.

Kenapa membutuhkan jasa publisher service?

  1. Mereka sudah profesional di bidangnya. Para self publisher (penulis) bisa mendapatkan hasil yang memuaskan sesuai konsep yang ia inginkan.
  2. Pepatah “don’t judge the book by the cover” memang tidak berlaku bagi dunia perbukuan itu sendiri. Faktanya, calon pembaca HANYA AKAN MAU membaca atau membeli sebuah buku, jika desain covernya menarik. Ini adalah hal yang paling penting dalam sebuah buku.
  3. Pembaca hanya akan mau menghabiskan membaca sebuah buku, hanya jika tulisan tersebut enak dipandang mata. Artinya, tata letak buku (layout) sangat mempengaruhi kenyamanan dalam membaca buku. Bayangkan saja font buku yang terlalu besar dan terlalu kecil, serta posisi paragraf yang kacau balau, sangat mungkin membuat pembaca berhenti hanya di halaman kelima buku Anda.
  4. Penulis hanya perlu memberikan deskripsi secara detail tentang desain cover yang diinginkan juga desain layout yang diinginkan, termasuk gambar yang akan ditampilkan di dalam desain cover, pemilihan warna, pemilihan konsep, dll. Praktis, tanpa buang waktu.

Pertanyaannya, di mana Anda bisa mendapatkan jasa layout dan jasa desain cover yang maksimal seperti itu? Inilah tujuan hadirnya kami, Malkas Media. Silakan Anda cek disini :
Jasa Layout Buku
Jasa Desain Cover


 

Hubungi Kami

Telp/Sms : 0822 1419 7989
Whatsapp : 0813 2207 4765
BBM : 5EA4A1EE
Email : malkas.media@gmail.com

 

Rahasia Membuat Alur Cerita Fiksi Yang Menarik

Bagaimana membuat alur cerita yang menarik?

Jawab dulu pertanyaan berikut, Anda ingin membuat alur cerita atau menentukan alur cerita?

Ada tiga jenis alur dalam sebuah cerita ;

  • Pertama, alur maju atau progresif.
  • Kedua, alur mundur atau regresif.
  • Ketiga, alur gabungan atau alur maju dan mundur.

Sebelum mulai menulis, tentukan terlebih dulu alur mana yang mau Anda gunakan.
Jadi, jangan dulu berpikir untuk MEMBUAT alur cerita, tapi fokuslah untuk MENENTUKAN alur cerita terlebih dahulu! Got it?

Contoh :

“Kisah seorang anak gadis yang memergoki ibunya selingkuh dengan pria lain.”

Bagaimana jika menggunakan alur progresif?

Anda bisa mulai ceritakan momen-momen saat gadis itu menemukan tanda-tanda bahwa ibunya selingkuh, berlanjut pada cerita saat sang gadis menemukan bukti yang menguatkan dugaannya, kemudian lanjut ke dalam momen saat dimana ia memergoki ibunya. Disini terjadi klimaks. Berikutnya resolusi dari konflik cerita di atas. Sang gadis kecewa dan marah, sedangkan ibunya mencari cara untuk meminta maaf, sampai akhirnya hubungan mereka renggang.

Bagaimana jika menggunakan alur regresif?

Anda bisa mulai dengan cerita saat ibu dan sang gadis berjauhan, saat hubungan mereka renggang. Ini membuat pembaca penasaran, “memang apa yang terjadi sebelumnya? Kok ibu dan anak ini bertengkar.” Kemudia cerita berlanjut ke momen dimana sang anak memergoki ibunya yang sedang berduaan dengan pria lain yang bukan ayahnya. Cerita terus berlanjut ke waktu sebelum ibunya selingkuh. Disini momen yang diceritakan adalah konflik pertama kali yang membuat sang ibu melakukan perselingkuhan, misalnya karena sang ibu bertemu dengan seorang pria yang lebih kaya dari suaminya saat itu.
Begitulah penulisan alur regresif.

Bagaimana jika menggunakan alur gabungan?

Ini menggunakan kombinasi dari kedua alur sebelumnya, disini penulis perlu skill yang baik untuk membuat alur tetap hidup tanpa membingungkan para pembaca. Karena alur gabungan ini lebih cenderung membuat bingung para pembaca, apalagi bagi pembaca yang sedikit lemot 😀
Jadi perhatikan pemilihan kalimat saat transisi alur dari maju ke mundur dan juga dari mundur ke maju.
Kelebihan dari alur gabungan ini, cerita sangat mungkin untuk menyentuh emosi pembaca. Karena kombinasi antara rasa penasaran yang kemudian terjawab, lalu muncul lagi alur baru yang membuat penasaran lagi, lalu terjawab lagi, dan seterusnya.
Tarik ulur! Ya, itulah formulanya.

Jadi, bagaimana?
Sudahkah Anda sekarang menentukan alur yang mana yang akan Anda gunakan untuk menulis cerita fiksi Anda? Jika sudah silakan tulis dan selesaikan sekarang!
Kami yakin, saat Anda membaca tulisan ini, artinya Anda sedang bersemangat untuk menulis kemudian termotivasi untuk menyelesaikan tulisan Anda.

Kami tebak, saat ini pasti Anda sudah punya karya tulis yang sudah rampung penulisannya, bukan?
Dan Anda ingin karya tersebut diminati banyak orang hingga berbondong-bondong orang membacanya, bukan?
Kenapa tidak Anda terbitkan saja sekarang. Di sini, di Malkas Media.

Cukup ikuti prosedur penerbitannya di sini : KIRIM NASKAH
Dan karya Anda 100% akan tercipta menjadi sebuah buku yang siap dikonsumsi publik.
(Sebelum menghubungi kami, Anda wajib membaca ketentuannya)
Kontak customer service kami, sekarang juga!


Hubungi Kami

Telp/Sms : 0822 1419 7989
Whatsapp : 0813 2207 4765
BBM : 5EA4A1EE
Email : malkas.media@gmail.com